Showing posts with label Pengantar Sistem Bisnis. Show all posts
Showing posts with label Pengantar Sistem Bisnis. Show all posts

prediksi usaha yang sukses di 2016 mendatang


hai para peneliti usaha. atau para pencari usaha yang ingin memulai usahanya dan ingin sukses di 2016 mendatang. yah bisa dibilang kalian berada di tempat yang pas untuk saat ini. kenapa? karena disini kami akan memberikan informasi tentang beberapa usaha yang akan sukses di 2016 mendatang dan cara agar usaha kalian bisa maju untuk kedepannya.
melihat perkembangan teknologi informasi di masa ini bisa di bilang akan sangat memudahkan untuk semua pekerjaan dan semua usaha akan tetapi masih belum banyak pengusaha memanfaatkan perkembangan teknologi ini untuk mengembangkan usahanya. mari kita lihat usaha apa saja yang akan trend di 2016 mendatang
1. distributor online.
 adakah yang berfikiran bahwa dengan melakukan distributor bahan pokok secara online dapat menjanjikan? ya pasti menjanjikan alasannya sangat mudah di jaman modern seperti ini belanja bahan pokok untuk keperluan di rumah masing-masing pasti ingin cepet dan simpel dengan harga yang murah. apalagi untuk para wanita yang kesehariannya sibuk bekerja sedangkan keperluan rumah itu penting pasti akan sangat berguna jika jasa distributor ini bisa di percaya.

2.cari jodoh online
banyak diantara kita mungkin karena terlalu sibuk sampai-sampai tidak sempat mencari jodoh sehingga umur kita semakin menua. tetapi jasa cari jodoh online akan menjadi sebuah alternatif untuk para pekerja itu. mungkin sekarang sudah banyak yang membuka usaha tersebut. dan kemungkinan akan terus berkembang seiring dengan menambahnya penduduk di bumi ini.

untuk prediksi selanjutnya akan saya teruskan setelah penelitian saya lebih lanjut. terimakasih
Read more

PENGERTIAN PASAR DAN JENIS-JENIS PASAR



Pengertian pasar
1.      Pasar adalah tempat dimana pembli dan penjual bertemu dan berfungsi barang atau jasa tersedia untuk dijual, dan terjadi berpindahan hak milik.
2.      Pasar adalah jumlah seluruh permintaan barang atau jasa oleh pmebeli-pembeli (sering dikaitkan dengan istilah demand permintaan)
3.      William J. Stanton mengemukakan bahwa pasar adalah orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk berbelanja, dan kemauan untuk membelanjakannya.

Jenis jenis pasar
Dalam menentukan criteria jenis-jenis pasar, kita berpedoman pada 4 O, yakni:
a.       Apa yang dibeli (object)
b.      Mengapa membeli (objective)
c.       Siapa yang membeli (organization)
d.      Bagaimana membelinya (operation)

Adapun jenis – jenis pasar adalah :
1.      Pasar konsumen
Pasar konsumen adalah sekelompok pembeli yang membeli barang-barang untuk di konsumsikan, bukan untuk dijual atau diproses lebih lanjut. Yang termasuk kelompok ini adalah pembeli individual/pembeli rumah tangga ( non bisnis )
Apa yang dibeli ? barang dan jasa konsumsi.
Mengapa membeli ? untuk memuaskan kebutuhan. Sedangkan timbulnya kebutuhan disebabkan oleh beberapa factor yakni : perkembangan fisik, social, ekonomi, dll
Siapa yang membeli ? satu, beberapa orang, atau mereka yang berada dalam suatu kelompok yang disebut unit pengambilan keputusan, keputusan, yang terdiri dari :
a.       Initiator yakni orang yang pertama kali mempunyai ide untuk membeli produk.
b.      Influencer yakni orang yang mempengaruhi keputusan dalam pembelian.
c.       Decider yakni orang yang menentukan secara sebagian atau secara keseluruhan keputusan pembelian.
d.      Purchaser yakni orang yang menentukan secara sebagian atau secara keseluruhan keputusan pembelian.
e.       Purchaser yakni orang yang melaksanakan pembelian.
f.       User yakni orang yang memakai atau mengkonsumsikan
Bagaimana membelinya ? dengan cara reminder buting atau suggestions buying. Reminder buying adalah pemblian tanpa direncanakan yang didasarkan pada ingatan. Sedangkan suggestions buying adalah pembelian tanpa direncanakan yang didasarkan pada suatu sasaran dari orang lain.
2.      Pasar produsen
Pasar produsen juga disebut pasar industry atau pasar bisnis adalah suatu pasar yang terdiri atas individu – individu, lembaga, atau organisasi yang membeli barang – barang untuk diproses lagi samapi menjadi produk akhir yang kemudian dijual atau di sewakan.
Apa yang dibeli ? barang dan jasa industry, antara lain:
a.       Bahan dasar dan komponen, contoh : gandum, semen, mesin, ban, dll.
b.      Barang – barang modal, contoh : computer, bangunan, forklift, mesin tik, dll
c.       Supplies dan service contoh : batu bara, konsultasi, periklanan dll
Mengapa membli ? untuk membantu / melancarkan usahanya dengan tujuan dapat memperoleh laba dari penjualan hasil produksinya.
Siapa yang membeli ? dapat dilakukan sendiri atau ditangani oleh suatu bagian atau departemen dalam organisasi / perusahaan tersebut, tergantung dari nilai pembeliannya.
Bagaimana membelinya ? terdapat 3 macam situasi yang berbeda yaitu :
a.       Tugas baru, artinya pembeli baru pertama kali akan membeli ( paling kompleks)
b.      Pembelian ulang, artinya pembeli sudah pernah melakukan pembelian barang yang sama, dan akan membali lagi untuk kedua atau ketiga kalinya.
c.       Pembeli terus menerus, artinya pembeli sudah berkali – kali melakukan pembelian barang yang sama.
3.      Pasar penjualan / pedagan perantara (reseller market)
Pasar penjual adalah suatu pasar yang terdiri dari individu dan organisasi yang memperoleh atau membeli barang dengan maksud untuk dijual lagi atau disewakan untuk mendapatkan laba.
Apa yang dibeli ? barang yang akan dijual lagi. Hanya saja, barang yang dibelinya tidak diproses, melainkan barang langsung dijual lagi.
Mengapa membeli ? untuk mendapatkan laba.
Siapa yang membeli ? dapat dilakukan sendiri atau ditangani oleh suatu bagian / departemen dalam organisasi / perusahaan tersebut, tergantung dari nilai pembelinya.
Bagaimana membelinya ? pasar penjual berusaha mencari supplier atau produsen yang paling baik. Factor – factor yang di perhatikan : syarat pembayaran, pelayanan dll
4.      Pasar pemerintah
Pasar pemerintah adalah pasar dimana terdapat lembaga – lembaga pemerintah, yakni: departemen, direktorat, dan instansi lain yang membeli atau menyewa barang – barang untuk membantu melaksanakan fungsi – fungsi pemerintah.
Apa yang dibeli ? barang dan jasa untuk keperluan di bidang pertahanan, dikbud, perkerjaan umum, kesehatan, kesejahteraan rakyat. Barang yang dibeli misalnya : pesawat terbang, kapur tulis, jasa konstruksi, dll. Secara umum, semua ini dapat dimasukkan ke dalam kelompok barang konsumsi dan barang industry.
Mengapa membeli ? untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.
Siapa yang membeli ? organisasi atau lembaga pemerintahan, baik pusat atau daerah.
Bagaimana membeli ? dengan penawaran secara terbuka (tender) atau kontrak perjanjian langsung dengan supplier untuk melaksanakan proyek.
5.      Pasar international
Pasar international meliputi beberapa Negara di dunia.
Apa yang dibeli ? barang atau jasa konsumsi maupun industry.
Mengapa membeli ? untuk memuaskan kebutuhan, atau untuk mendapatkan laba dengan menjualnya lagi, menyewakan, atau memproses menjadi barang lain untuk dijual, juga untuk kepentingan dan kesejahteraan masyarakat.
Siapa yang membeli ? pembelian dapat dilakukan oleh pembelian individual dan pembeli rumah tangga, pembeli industy, lembaga pemerintahan, dan pedagang. Dapat dikatakan bahwa pasar international merupakan kombinasi dari keempat jenis pasar yang telah dijelaskan di muka.

Bagaimana membelinya ? karena pihak yang menjual barang / jasa berada di Negara lain, maka pembelian dilakukan oleh pembeli / pasar (Negara tertentu) herus melalui prosedur perdagangan international yang mencakup ekspor – impor.
Read more

PENGERTIAN DAN MACAM - MACAM LINGKUNGAN PEMASARAN



Lingkungan adalah seluruh elemen yang terdapat di luar organisasi dan mempunyai potensi untuk mempengaruhi bagian atau keseluruhan organisasi. Lingkungan pemasaran suatu perusahaan terdiri dari para pelaku dan kekuatan-kekuatan yang berasal dari luar fungsi menajemen pemsaran perusahaan yang mempengaruhi kemampuan menajemen pemasaran utnuk mengembangkan dan mempertahankan transaksi yang sukses dengan para pelanggan sasarannya.

Lingkungan pemasaran di bedakan menjadi 2 yaitu lingkungan macro dan lingkungan mikro

Lingkungan micro
1.      Demografi
Demografi adalah hal-hal yang berkaitan dengan kependudukkan.
Contohnya:
a. Dari komposisi penduduk Indonesia dapat dilihat banyaknya anak usia sekolah, mengakibatkan meningkatnya keperluan akan perlengkapan sekolah.
b. Di Amerika Serikat orang cenderung membatasi jumlah anak, yang mengakibatkan jumlah permintaan akan mobil berukuran kecil meningkat.
2.      Kondisi perekonomian
Elemen-elemen meliputi: pertumbuhan ekonomi, tingkat kesenangan/perubahan pola pengeluaran konsumen, peredaran uang, dan tingkat inflasi.
3.      Lingkungan fisik
Factor lingkungan fisik berkaitan dengan terbatansnya sumber-sumber daya tertentu.
Misalnya: kekurangan bahan mentah (minyak) di masa mendatang.
4.      Lingkungan teknologi
Misalnya:
a.       Dengan adanya mesin foto copy, permintaan akan kertas karbon berkurang.
b.      Anggaran riset yang besar, terutama untuk bidang-bidang : senjata, pesawat terbang, perlengkapan elektronik dan komunikasi, produk kimia, dan yang berkaitan dengan mesin dan bukan penemuan besar.
5.      Lingkungan politik/hokum
Pengaruh yang ditimbulkan oleh kerangka politik dan hokum yang berlaku tidak hanya berasal dari lembaga-lembaga pemerintahan saja, melainkan juga dari gabungan / asosiasi dari penguasaha itu sendiri .
Misalnya: kebijakan pemerintah/perundang-undangan
6.      Lingkungan sosial/budaya
Elemen-elemen yang mempengaruhi antara lain: cara hidup, nilai-nilai sosial, kepercayaan, dan kesenangan.
7.      Persaingan
Persaingan dapat berasal dari perusahaan lain dalam industry yang sejenis atau perusahaan lain yang menghasilkan barang/jasa substitusi.

Lingkungan micro
1.      Perusahaan
a.       Sumber-sumber non pemasaran
Antara lain meliputi: produksi, keuangan, personalia, lokasi, riset dan pengambangan. Jika perusahaan ingin menambah produk baru, perlu dipertimbangkan apakah peralatan yang ada mampu digunakan, atau perlu penambahan alat baru, disini aspek keuangan sangat menentukan.
Marketing mix
Marketing mix adalah kombinasi dari 4 variable atau kegiatan yang merupakan inti dari system pemasaran perusahaan, yakni: prudct, price, promotion, dan place (4P).
Product, meliputi perencanaan dan pengembangan produk (produk apa, pemberian merek, pengemasan dll).
Price, elemen-elemen yang berkaitan adalah harga dasar, penentuan kebijakan discount, ongkos kirim dll.
Promotion, komponen yang digunakan untuk mempengaruhi pasar. Kegiatannya meliputi: iklan, hubungan masyarakat, dll
Place, meliputi distribusi, lokasi, persediaan, dan transportasi.
2.      Pemasok
Banyak pemasok lebih suka membeli bahan mentah dari berbagai sumber untuk menghindari ketergantungan yang berlebihan pada satu supplier saja, yang mungkin akan menaikkan harga secara sewenang-wenang atau membatasi jumlah penyediaan bahan. Biasanya perusahaan atau para agen pembeli akan membina hubungan baik jangka panjang dengan pemasok.
3.      Perantara pemasaran (marketing intermwdiaries), terdiri dari:
Perantara yakni perusahaan dagang yang membantu perusahaan untuk menemukan pembeli. Terdapat 2 tipe perantara yakni:
a.   Agen perantara : yang mencari dan menemukan para pelanggan dan atau melakukan perjanjian dengan pihak lain, tapi tidak memiliki barang dagang itu sendiri.
b. Pedagang perantara : yang membeli suatu produk, memilikinya, dan kemudian menjual kembali sebgai barang dagangan.
Kegunaan perantara : kegunaan tepat, waktu , kuantitas, rupa-rupa, dan cara memperoleh barang
·       Perusahaan distribusi fisik : membantu perusahaan dalam penyimpanan (contohnya : perusahaan pergudangan) dan pemindahan produk dari tempat asalnya ke tempat-tempat perngiriman yang dituju (contohnya : perusahaan transportasi).
·  Perusahaan agen jasa pemasaran, misalnya dengan menggunakan jasa biro advertaising, atau bagian/departemen di dalam perusahaan itu sendiri yang menanganinya.
·         Perantara keuangan , misalnya : bank, dan perusahaan asuransi.
4.      Para pelanggan
Sebagai pasar sasarannya adalah: pasar konsumen, pasar industry, pasar penjual kembali dll.
5.      Masyarakat
Masyarakat merupakan kelompok yang mempunyai minat nyata atau yang masih terpendam atau yang memberikan dampak terhadap kemampuan organisasi untuk mencapai sasaran-sasarannya.

Macam-macam masyarakat :
a.       Masyarakat keuangan, contohnya : bank, pemegang saham.
b.      Masyarakat media : contohnya : TV, Koran dll.
c.       Masyarakat pemerintah, biasanya berkaitan dengan policy pemerintah.
d.      Masyarakat pembela kepentingan umum, contohnya : gerakan anti metal bulu.
e.       Masyarakat setempat, yakni masyarakat disekitar tempat perusahaan berlokasi, biasanya dilakukan penyaluran bantuan atau hubungan masyarakat.
f.       Masyarakat umum, misalnya dilakukan dengan memberikan sumbangan,, sponsorship, dll, yang biasanya dilakukan untuk meningkatkan brand image
g.      Masyarakat intern perusahaan, yakni dengan membentuk positive thinking, positive opinion, positive motivation, dll.


Read more

5 SIFAT YANG ADA DI SUATU ORAGANISASI / PERUSAHAAN


1.       Sifat komplek
pada gambar dapat dilihat hubungan langsung dalam system bisnis atau system perusahaan. Hubungan tersebut sangat kompleks sifatnya apabila masing-masing bagian diperinci menjadi sub-sub bagian. Sebagai suatu keseluruhan, maka sub-sub bagian itu akan saling bekerja sama dan saling mempengaruhi sehingga sifatnya kompleks. Misalnya, guna melaksanakan kegiatan perusahaan/bisnis dari satu sisi berhubungan dengan pemasok atau supplier, misalnya: pemasok bahan baku, masyarakat, contoh: tenaga kerja, lembaga keuangan (yang berkaitan dengan modal), dan lembaga keahlian(yang berkaitan dengan lembaga keahlian). Dari sisi lain, perusahan (bisnis) berhubungan dengan pemerintah (government), para pesaing (competitor), penyarlur (distributor), dan lingkungan (environtment) lainnya.

2.       Sebagai suatu kesatuan
Pada gambar dapat dapat dilihat kegiatan-kegiatan perusahaan/bisnis di dalam memproses dan mengahsilkan barang dan jasa. Tentunya didalam proses kegiatan tersebut tidaklah dapat berjalan sendiri-sendiri, melainkan menuju ke satu tujuan antara lain, seluruh kegiatan perusahaan/bisnis itu sebagai suatu kesatuan/unity.

3.       Sifatnya berjenis-jenis
Di dalam kehidupan sehari-hari dapatlah dilihat tidak ada perusahaan yang sama persis, baik dalam ukuran, bentuk, maupun jenis usahanya. Selain itu perusahaan pun banyak yang mengarah pada diversifkiasi (penganekaragaman) hasil produksinya. Maksudnya, perusahaan membuat produknya secara bermacam-macam supaya jika terdapat kerugian dari produk yang satu dapat ditutup dengan keuntungan dari penjualan produk yang lain. Dengan kata lain memiliki sifat berjenis-jenis.

4.       Sifat saling bergantung
Umumnya perusahaan yang kecil menjalankan seluruh fungsi operasionalnya di dalam suatu menajemen perusahaan/manajemen bisnis: tetapi walaupun demikian, dia bergantung pada perusahaan yang mejadi pemasok bahan bakunya. Lain halnya dengan perusahaan yang hanya menjalankan satu atau beberapa kegiatan saja (spesialisasi), maka dia sangat bergantung pada perusahaan lainnya. Contoh : perusahaan mebel tergantung pada perusahaan penggergajian kayu. Lebih-lebih dalam intern perusahaan, bidang lainnya (misalnya: bidang produksinya sangat bergantung pada bidang keuangan dan bidang pemasaran sarta pada bidang-bidang yang lainnya).

5.       Sifat dinamis

Perusahaan selalu terjadi, baik perubahan intern atau perubahan ekstern perusahaan. Kekuatan-kekuatan yang berasal dari dalam perusahaan, misalnya penambahan jumlah karyawan, jumlah bahan baku, metode, dan berbagai penemuan baru, jumlah kapasitas produksi, akan membutuhkan produksi, akan membutuhkan penyesuaian kebijakan dan pelaksanaan. Demikian juga kekuatan-kekuatan dari luar perusahaan seperti politik, peraturan pemerintah, jumlah penduduk, tingkat pendapatan dan orde kebutuhan masyarakat, pendidikan, teknologi, dan sebgainya, juga mempengaruhi perusahaan. Agar perusahaan tetap hidup dan berkembang, maka harus menyesuaikan diri (dalam pengertian dinamis).
Read more

BEBERAPA PENGERTIAN TENTANG PEMASARAN




Terdapat beberapa pengertian mengenai pemasaran ini, yakni :
1.      Menurut The American marketing association, pemasaran merupakan suatu kegiatan usaha yang mengarahkan aliran barang dan jasa dari produsen kepada konsumen/pemakai.
2.      Menurut William J.Station, pemasaran merupakan system keseluruhan dari suatu kegiatan usaha yang ditujukan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan, dan men-distribusikan barang dan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada dan yan potensial.
3.      Menurut Philip Kotler, pemasaran adalah kegiatan manusia yang diarahkan pada usaha untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran.
”Marketing is getting the right goods and services to the right people, at the right place, at the right time, at the right price, with the right communication and promotion”.

Inti dari pemasaran
Adapun inti dari pemasaran adalah :
1.      Adanya kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan permintaan (demands). Kebutuhan adalah sesuatu yang berkaitan dengan kepuasan dasar manusia, meliputi makan, pakaian, tempat berlindung, dll. Keinginan adalah kebutuhan yang dipengaruhi oleh diri dalam pemuasannya, misalnya untuk makanan seseorang memilih humberger untuk pemuasanya. Permintaan adalah keinginan dan kemampuan untuk membeli suatu produk tertentu. “penjualan tidak menciptakan kebutuhan, melainkan mempengaruhi keinginan, dan mempengaruhi permintaan dan mebuat produk lebih menarik, bermanfaat, dan mudah didapat”.
2.      Adanya produk atau jasa yang dihasilkan.
Produk adalah segala sesuatu yang dihasilkan dan sifatnya tangible. Jasa adalah segala sesuatu yang dihasilkan dan sifatnya intangible. Walaupun berbeda dalam bentuk fisik, tetapi terkadang produk merupakan alat/media yang didapat menyalurkan jasa kepada kita. Contohnya : microwave oven. Begitu juga sebaliknya, jasa dapat menyalurkan kebutuhan fisik kepada kita, mislnya dengan mengikuti club olah raga yang bermanfaat selain untuk memnuhi kebutuhan mental juga fisik. Para produsen produk manufacturing hendaknya tidak meletakkan produksinya pada posisi untuk memenuhi kebutuhan yang “tangible” saja, melainkan lebih jauh lagi, hendaknya memahami sisi “intangible” dan produksinya.
3.      Adanya nilai dan kepuasaan.
Nilai adalah perkiraan konsumen terhadap kapasitas produk tersebut, sejauh mana dapat memuaskan tujuan-tujuannya. Penekanan tiap orang berbeda-beda, ada yang lebih menekankan pada “utility”, atau “price”, dll.
4.      Adanya pertukaran dan transaksi
Pertukaran adalah tindakan untuk mendapatkan produk yang diinginkan dari seseorang dengan menawarkan sesuatu sebagai gantinya. Syarat terjadi pertukaran adalah:
a.       Paling sedikit ada 2 pihak yang terlibat.
b.      Masing-masing pihak mempunyai sesuatu yang dianggap “valuable” bagi pihak lainnya.
c.       Mempu komunikasi dan penyaluran.
d.      Bersifat bebas memiih/menolak.
e.       Masing-masing pihak yakin bahwa produk yang dipertukarkan adalah layak dan benar-benar sesuai dengan yang diharapkan.
            Adanya kedua pihak setuju terhadap pertukaran, maka terjadilah transaksi.

Read more

Perusahaan sebagai Sistem Bisnis






Pengertian perusahaan
            Perusahaan adalah satu unit kegiatan produksi yang mengolah sumber-sumber ekonomi untuk menyediakan barang dan jasa bagi masyarakat dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan agar dapat memuaskan kebutuhan masyarakat.

Sumber-sumber ekonomi
            Perusahaan bertugas mengolah sumber-sumber ekonomi atau sering juga disebut sebagai faktor-faktor produksi.
            Sumber-sumber ekonomi tersebut dapat dikelompokkaan kedalam:
1.      Manusia (Men)
2.      Uang (Money)
3.      Material (Materials)
4.      Metode (Methods)

Seringkali keempatnya dikenal dengan “4M”
1.      Manusia/men, disini tidak hanya berperan sebagai tenaga kerja diperusahaan namun juga berperan sebagai konsumen dari produk perusahaan. Pada masa sekarang herus diusahakan agar tenaga kerja betul-betul menjadi mitra atau partner bagi peruhaan untuk mencapai tujuan peruhaan, sebab meskipun sudah banyak digunakan mesin-mesin tetapi factor manusia masih tetap berperan didalamnya. Perusahaan perlu memperhatikan bagaimana cara mengolah tenaga kerja dengan sebaik-baiknya.
2.      Uang/modal usaha, yaitu sejumlah uang atau barang yang dibeli dengan uang tersebut untuk membuat barang yang lain. Barang modal disini adalah mesin, alat-alat transportasi, peralatan pabrik dan lain-lain. Karena itu perusahaan harus mengusahakan bagaimana keuangan dikelolah dengan cermat.
3.      Material, berpengaruh sekali terhadap kelancaran proses produksi. Termasuk disini adalah bahan baku, bahan pembantu, tanah untuk proses produksi serta bahan lain sebagai penunjang proses produksi.
4.      Metode, yaitu merupakan suatu cara atau teknis pelaksanaan kerja misalkan pengambilan keputusan, pemberian idea tau inisatif, dan pemikiran yang kesemuanya ditujukan agar pengelolaan sumber-sumber ekonomi dapat berjalan lancar. Singkatnya didalam metode ini ialah pelaksanaan manajemen dalam perusahaan atau pengolaaan perusahaan. Bagaimana agar dengan sumber ekonomi yang adanya serba terbatas itu dapat diwujudkan barang/jasa yang dapat memuaskan konsumen serta sekaligus dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan. Pada masa sekarang ini, pemuasaan kebutuhan masyarakat (konsumen) akan dapat tercapai apabila didukung oleh system pelayanan yang baik dari pihak perusahaan.
Read more

TAHAPAN KONSEP PEMASARAN





Sejarah Pemasaran
Dalam sejarahnya, proses pertukaran barang melalui beberapa tahap, yakni:

Tahap 1 : swadaya ekonomi (tanpa pemasaran)
Ciri-cirinya:
a.  Swadaya, yakni orang membuat sendiri segala sesuatu yang dibutuhkannya. Seperti menyediakan makanan sendiri, membuat pakaian sendiri, dan membangun rumahnya sendiri.
b.      Tidak terjadi pertukaran
c.    Terjdi kegiatan spesialisasi, seperti : orang laki-laki mencari makan dengan berburu, mengail ikan, dll. Sedangkan istri dan anak wanita mempersiapkan pekerjaan rumah.

Tahap 2 : kepemilikan bersama yang primitive (tanpa pemasaran)
Ciri-cirinya:
a.       Beberapa unit keluarga secara bersama-sama berusaha memenuhi kebutuhannya.
b.      Semua milik bersama, tidak milik perorangan.
c.       Belum terjadi pertukaran.

Tahap 3: barter sederhana
Ciri-cirinya:
a.       Mulai terjadi kelebihan / kekurangan terhadap sesuatu yang mereka butuhkan atau mereka buat.
b.      Terjadi pertukaran yang sederhana.
c.       Sesuatu yang dihasilkan masih berupa “hand made” dengan jumlah yang terbatas.

Tahap 4 : pasar local
Perluasan lokasi (tempat) dan waktu tertentu untuk melakukan pertukaran, akhirnya membentuk pasar yang sifatnya lokal.

Tahap 5 : ekonimi uang
Barang yang dipertukarkan mempunyai nilai yang berbeda-beda dan sulit dibagi. Mencul konsep alat tukar. Mulanya berupa the, kerang dll. Setelah ditentukan logam, baru dibuat sebagai alat tukar.

Tahap 6 : kapitalisme muda
Ciri-cirinya:
a.       Munculnya golongan kapitalis muda, dan surplus kekayaan mulai ditukar dengan tenaga kerja.
b.      Para kapitalis muda ini dapat mengorganisasikan tenaga karja.
c.       Sudah mulai Nampak adanya usaha untuk mencari pasar.
d.      Barang dijual tidak memakai merk dan kemasan.
e.       Tidak melakukan periklanan.
f.       Jumlah produksi masih lebih kecil dari yang dibutuhkan masyarakat.

Tahap 7 : produksi massa (rovolusi industry)
Ciri-cirinya:
a.       Perubahan dari “hand made” ke manifakturing.
b.      Produksi secara besar-besaran (mass production).
c.       Saluran perdagangan lebih panjang dan kompleks.
d.      Barang dijual sudah mulai memakai merk dan kemasan.
e.       Sudah mulai melakukan periklanan.
f.       Membutuhkan metode pemasaran tertentu.

Tahap 8 : masyarakat makmur
Ciri-cirinya:
a.          Daya beli masyarakat melebihi jumlah untuk memenuhi keutuhan pokok.
b.   Mulai dilakukan riset pemasaran untuk mengidentifikasi keinginan dan kebutuhan konsumen agar produsen dapat memuaskan pemenuhannya.

Pemasaran merupakan suatu proses yang berubah-rubah sesuai dengan kondisi masyarakatnya. Keadaan politik, social, teknologi, dan karakteristik fisik dari sebuah masyarakat akan menentukan bentuk pemasran yang dilakukannya. Contohnya : di USA sector jasa sangat dominan, sedang di Indonesia masih didominasi sector produksi.
Read more