Penyebab Gagalnya Wawancara Kerja


ada banyak penyebab gagalnya wawancara yang dilakukan oleh tenaga kerja,

Ini adalah beberapa contoh cara yang buruk dalam menjawab pertanyaan wawancara kerja dan bagaimana jawaban yang seharusnya. 

Mengapa saya harus mempekerjakan anda? 
"Tidak tahu. Rasanya ini pekerjaan yang baik."

Jangan mengatakan bahwa Anda tidak tahu. Ambil sedikit waktu sebelum menjawab pertanyaan itu. 

Kemudian, sebutkan aset yang Anda miliki yang dapat membantu Anda sukses dalam pekerjaan itu. Siapkan juga referensi pengalaman yang relevan dengan kekuatan Anda. 

Coba ceritakan tentang diri Anda 
"Saya penggemar berat klub sepak bola A dan suka mengobrol. Saya juga menyukai pesta." 

Akan lebih baik jika Anda memulai jawaban dengan menyebutkan beberapa orientasi profesional yang akan membantu Anda mendapatkan pekerjaan. Anda dapat menambahkan beberapa sentuhan personal untuk melengkapinya. 

Misalnya, jika Anda melamar pekerjaan sebagai tenaga rekrutmen, Anda bisa menjawab, "Saya pendengar yang baik dan pewawancara handal yang biasanya dapat membaca orang dengan baik." Demikian disitat dariAbout.com, Sabtu (17/5/2014). 

Apa kekuatan Anda? 
"Saya bekerja dengan baik." "Saya yang terbaik." "Saya tidak yakin, tapi saya adalah pembelajar yang baik." 

Jawaban tidak pasti seperti ini kurang optimal. Kemukakan kekuatan Anda yang relevan dengan pekerjaan yang sedang dilamar. Bicarakan bagaimana kekuatan tersebut bertalian erat dengan pekerjaan Anda ketimbang memberikan jawaban yang terlalu umum. 

Dapatkah Anda ceritakan kelemahan Anda? 
"Sepertinya enggak ada, deh." "Saya cenderung tidak sabaran dengan orang yang tidak kompeten." 

Anda harus selalu siap menyampaikan kelemahan sehingga Anda dapat mendemonstrasikan komitmen dalam perkembangan profesional. Dengan begitu, Anda juga dapat menunjukkan bahwa Anda memiliki sudut pandang pribadi. Tetapi, pastikan tidak ada kelemahan Anda yang membuat perusahaan ragu tentang keinginan atau kemampuan Anda menjalani pekerjaan.

Mengapa Anda melamar pekerjaan ini? 
"Saya lagi lihat iklan lowongan kerja, dan nampaknya pekerjaan ini menarik." 
"Saya bosan dengan pekerjaan saat ini."

Pendekatan yang lebih baik adalah dengan menyebutkan alasan spesifik mengapa pekerjaan tersebut menarik dan cocok dengan aspirasi karier Anda.


Coba ceritakan tentang pekerjan terakhir Anda  

"Apakah Anda tidak membaca curriculum vitae (CV) saya?" 

Ini bukanlah cara menjawab pertanyaan tentang sejarah pekerjaan Anda. Persiapkan diri untuk mendisuksikan pekerjaan-pekerjaan sebelumnya dengan interviewer. Jangan lupa periksa kembali CV Anda sebelumnya untuk mengingatkan kapan Anda bekerja di suatu perusahaan, dst. 

Mengapa Anda berhenti dari pekerjaan sebelumnya?


"Saya benci pekerjaan dan perusahaan sebelumnya. Itu adalah tempat yang buruk untuk bekerja." 

Sangat penting untuk tidak menyampaikan omongan buruk tentang perusahaan sebelumnya atau orang-orang yang pernah bekerja dengan Anda. Pasalnya, Anda tidak tahu hubungan apa yang mungkin mereka miliki dengan perusahaan yang kini mewawancarai Anda. 

Mengapa Anda dipecat? 


Berhati-hatilah ketika menjawab pekerjaan tentang pemecatan. Sampaikan jawaban Anda sesingkat mungkin. 

Di mana Anda melihat diri Anda dalam lima tahun ke depan? 

"Di pekerjaan Anda sekarang." "Duh, saya benci pertanyaan itu." 

Memang, kebanyakan dari kita tidak menyukai pertanyaan ini. Namun, jawaban yang lebih baik adalah yang mencerminkan apa yang ingin Anda pelajari dan capai selama Anda menjalani pekerjaan yang kini dilamar. 

Cobalah melakukan riset tentang jenjang karier yang dapat Anda jalani pada posisi tersebut dan buat referensi tentang target realistis untuk kemajuan Anda. Selain itu, Anda juga bisa bertanya kepada pewawancara tentang posisi serupa dengan yang Anda lamar dan bagaimana perkembangan karier di posisi tersebut. Kemudian gunakan informasi itu untuk membantu Anda menjawab pertanyaan. 

Apakah Anda bekerja baik dengan karyawan lain?
 
"Rekan kerja saya tidak menyukai saya. Tapi saya pikir itu karena mereka merasa terintimidasi oleh saya." 
"Saya cocok dengan kebanyakan orang, tetapi sebagian lain hanya membuat saya jengkel." 

Ketimbang menjelek-jelekkan rekan kerja, penting bagi Anda untuk memberi tahu pewawancara bahwa Anda cocok dengan mereka di kantor. Perusahaan tidak ingin mempekerjakan seseorang yang sulit bekerja sama dengan orang lain. 

Apakah Anda memiliki pertanyaan untuk saya? 


"Apakah saya harus kerja lembur?" "Saya tidak punya pertanyaan." "Berapa lama waktu liburan yang bisa saya dapatkan?" 

Selalu siapkan pertanyaan tentang pekerjaan yang Anda lamar dan peran yang akan Anda jalani. Bisa juga siapkan pertanyaan tentang pelatihan yang akan Anda dapatkan, jenjang karier atau aspek profesional lainnya. Pertanyaan tentang lembur dan liburan bisa menunggu hingga Anda mendapatkan pekerjaan tersebut.
Load disqus comments

0 komentar