Sejarah lokal di Adonara didokumentasikan dari abad 16, ketika pedagang Portugis dan misionaris didirikan posting di pulau terdekat Solor. Pada saat itu Adonara dan pulau-pulau di sekitarnya ritual dibagi antara populasi penduduk pesisir dikenal sebagai Paji, dan berpenduduk terutama penyelesaian pedalaman pegunungan disebut Demon. Para Paji rentan terhadap agama Islam, sementara demon cenderung menurun di bawah pengaruh Portugis. Daerah Paji di Adonara berisi tiga kerajaan, yaitu Adonara tepat (berpusat di pantai utara pulau), dan Terong dan Lamahala (di pantai selatan). Bersama dua kerajaan di Solor, Lohayong dan Lamakera, mereka merupakan lima kerajaan yang disebut Watan Lema (“lima pantai”). Para Watan Lema bersekutu dengan Belanda East India Company (VOC). Kerajaan-kerajaan Adonara memiliki permusuhan sering dengan Portugis di Larantuka di Flores, dan tidak selalu taat kepada penguasa Belanda. Dalam perjalanan abad 19, penguasa Adonara (tepat) di utara memperkuat posisinya di kepulauan Solor. saat itu, ia juga raja dari bagian timur Flores dan Lembata. Daerah demon berdiri di bawah kekuasaan raja dari kerajaan Larantuka, yang pada gilirannya berada di bawah kekuasaan Portugis hingga 1859, ketika menyerahkan ke Belanda. Kerajaan-kerajaan dari Larantuka dan Adonara (tepat) dihapuskan oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1962. Beberapa pasca kemerdekaan pejabat setempat melacak akar mereka kepada para penguasa masa lalu, yang disebut raja, dari Adonara (tepat). Ini termasuk Raja-Raja yang menguasai kerajaan adonara:
- Foramma, c. 1650
- Boli saya, c. 1671-1684
- Eke 1684-1688 (dibunuh oleh orang gunung)
- Gogok, c. 1702
- Wuring (saudara Eke), 1688-1719
- Boli II (anak dari Wuring), 1719-setelah 1756 diketahui penguasa
- Jou, c. 1815
- Lakabella Jou (anak dari Jou), c. 1832
- Begu, d. 28 Juli 1850 (dibunuh)
- Pela (ng) (anak Begu), 1850-1857
- Jou (saudara Pela), 1857-1868
- Kamba Begu (saudara Lakabella), 1868-1893
- Bapa Tuan (anak dari Kamba Begu), sementara Raja pada tahun 1893 selama 6 bulan
- Arkiang Kamba (Arakang; saudara Bapa Tuan, b 1866.), 1893 atau 1894 – melepasnya 18 Desember 1930
- Bapa Ana (anak dari saudara perempuan dari Kamba Begu), Bupati dengan gelar Kapitan 1930 – 1 Desember 1935, dijatuhi hukuman penjara seumur hidup tahun 1935 dan dikirim ke Kupang
- Bapa Nuhur, (anak Gela, putra Bapa Tuan, b. 1915), 1941-1947
- Bapa Kaya, (anak dari Bapa Ana, d. 1954/12/01), Bupati 1947-1951
- Mohamad Eke (cicit Raja Jo, 1929 -. C 1985), 1951-1962, pertama disebut Pemerintah Asst selama pemerintahan Bapa Kaya dan juga dari Kapitan Adonara
Load disqus comments
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Popular Posts
-
128x128 - 319.97 KB Transformers - Revenge of the Fallen download game java free JAD Transformers - Revenge of the Fallen download game...
-
pengumuman hasil UNAS untuk SMA dan SMK tahun 2014 akan di umumkan besok pada tanggal 20 mei 2014 semoga untuk para siswa SMA dan SMK ak...
-
habis membaca artikel tentang presiden amerika nih mau berbagi buat agan yang ingin mengetahui tentang fakta presiden amerika serikat m...
-
hai gan ketemu lagi sama saya.. eh saya habis baca-baca artikel nih tentang buahmanggis terus saya perluas lagi deh bacaan saya... mu...
-
arekindo.blogspot.com :| hai para pencinta game bagaimana kabarnya hari ini?? apa kamu masih menyukai bermain game?? apa kalian masih ingin...
-
176x208 - 201.6 KB Tomb Raider Anniversary download game java free JAD Tomb Raider Anniversary download game java free JAR 176x220 - 201...
-
JAKARTA - Lulus kuliah dan mengikuti wisuda tentu menyenangkan. Tetapi perlu diingat, fase ini bukanlah akhir perjuangan, melainkan awal da...
0 komentar